NYC – Day 1

Growing up with MTV, American culture and Home Alone, sejak kecil gue selalu penasaran sama yang namanya New York. Rasanya pergi ke New York seengganya sekali seumur hidup adalah ziarah wajib buat anak yang gedenya diracunin pop culture kayak gue.

Kebetulan salah seorang temen gue Ilona, yang adalah dokter… hewan, juga sebelas dua belas sama gue. Setelah 5 tahun bermimpi, 1 tahun berencana dan 1 bulan bikin itinerary, akhirnya terbang juga gue dan dia tepatnya dari Frankfurt International Airport menuju JFK International Airport jam 11 siang tanggal 14 Oktober 2016.

Setibanya di bandara JFK, gue mulai inget sama film The Terminal. It’s an old airport, bukan yang wah seperti Changi atau baru kayak HKIA, but it’s decent. Bandara JFK lokasinya rada jauh, yaitu di ujung selatan Queens, salah satu dari 5 boroughs of New York City.

Hotel tempat kita tinggal namanya Pod 39, berlokasi di Manhattan. Ilona dan gue mutusin untuk naik taksi aja, secara praktis cuma 40 menit dan kita takut disemprot New Yorkers kalo derek-derek koper keluar masuk subway dari Queen sampe East Manhattan.

Anyway, dari JFK ke East Manhattan tepatnya hotel Pod 39 naik taksi di hari Jumat sore jam 14.30 ternyata memakan waktu lebih dari yang dijadwalkan gara-gara maceeeeeeet kayak orang gila. Mana supir taksinya bawa mobil njot-njotan, bikin mau muntah setelah 9 jam terbang.

JFK to East Manhattan (Hotel Pod 39): real journey time appx. 60 mins (traffic jam was nasty!), cost appx. 80 USD including about 15% tip

 

Begitu turun dari taksi, walau kepala keleyengan dan ban mobil taksi pengen gue muntahin, mendadak I felt a surge of excitement running through my veins. Ini New York, man!!! New York yang biasanya cuma gue lihat di TV dan film!

Ilona dan gue narik koper masuk ke dalam Pod 39 dan check in. Begitu kita buka pintu kamar kita… jreng jreng, kamarnya sih kurang kecil lagi dibanding sama dorm room gue pas kuliah :’)

room gallery image
Mini Bunk Pod berdasarkan website Pod 39 langsung

112
Mini Bunk Pod berdasarkan bidikan kamera Ilona si dokter hewan
Mini Bunk Pod ini harganya kira-kira 200 USD semalam (incl. tax) untuk kamar seluas 8 qm yang bisa dimuatin 2 orang. Jujur, kamar ini SEMPIT banget. Buka koper aja mesti gantian. JALAN aja mesti gantian! Tapi kamar mandinya lumayan spacious, sabun dan shampoo yang dikasih juga lumayan bonafide. Selain itu yang menurut gue bonafide untuk budget hotel adalah, ada TV untuk MASING-MASING ranjang sehingga kita puas ngeliat berita Donald dan Hillary yang pas itu udah deket pemilu. Selain TV ada juga brankas kecil buat nyimpan barang-barang berharga.

Kamarnya BERSIH dan baru banget! Setiap hari ada room service yang ngebersihin dan ngerapiin kamar kita. Dan yang paling gue suka dari tinggal di Pod 39 adalah LOKASINYA. Jalan kaki ke Grand Central Terminal cuma 5 menit. Di dekat situ banyak makanan mulai dari kios buat breakfast ngasal, proper typical American diner, bagel cafe yang enak banget, sampe drug store yang gedenya 2 lantai. Jalan kaki ke Bryant Park dan New York Public Library cuma 10 menit, sedangkan jalan kaki ke Times Square cuma 15 menit.

So overall, Pod 39 Hotel is very recommended: super clean, super neat, modern design, SUPERB LOCATION and I’m more than satisfied for 200 USD per room per night in the middle of Manhattan.

Abis mandi dan membersihkan kuman-kuman Jerman dari tubuh kita, Ilona dan gue keluar cari makan dan tujuan kita, sesuai rencana, adalah Shake Shack. Kita pesen 2 SmokeShack, which is a normal cheeseburger pake bacon, cherry pepper and Shake sauce dan 1 cheese fries. Untuk minumnya kita pesen 1 iced tea dan 1 milkshake black and white. Kita ngga tau gitu tadinya bahwa tap water di sana gratis, makanya pake acara pesen iced tea segala.

Sejujurnya, buat Ilona dan gue yang udah pernah ngerasain yang namanya burger Hans im Glück di Jerman, Shake Shack ini burgernya biasa banget. Super fatty, salty but wasn’t exactly rich in flavor. Milkshake was EXTREMELY sugary sweet sampe kita berdua ngga sanggup ngabisin.

009 - blog
Iced tea, black & white milkshake and cheese fries

111 - blog
SmokeShack and all the juicy fat
 

We spent 28 USD for our food in Shake Shack: 2 SmokeShack burgers, 1 cheese fries, 1 iced tea and 1 milkshake. Taste was average. Not bad, but we know better things in Germany.

Abis dari Shake Shack, gue dan Ilona jalan ke arah Times Square lewat Grand Central Terminal. They don’t call it grand for no reason. Rame banget, apalagi hari Jumat dan lagi rush hour dan ketika masuk ke sana, tiba-tiba gue keinget film Madagascar. Every corner of NYC seemed to remined me of the movies I’ve watched.

015 - blog
Grand Central Terminal from outside

011
They don’t call it grand for no reason
Lalu kita lanjut jalan-jalan di seputaran Times Square. Gila man, that’s the first sweet, sweet shock in NYC. Times Square is just like how the movies picture it: confusing, exciting, bright lights and is a pool of people of different faces. Terang banget! Semua lampu-lampu dan papan iklan nyalanya ngga kira-kira. Satu hal yang terlintas di kepala kita berdua: “Nih kalo orang Jerman komentarnya apa yah? Buang-buang listrik pasti!” Kekeke…

027
Welcome to Big Apple
Setelah bernorak-norak dan terbengong-bengong di Times Square, Ilona dan gue melanjutkan perjalanan melintasi Times Square, jalan kaki naik terus hingga ke daerah Rockefeller Center. Sempet ngelewatin toko-toko lucu seperti Disney Store, Hershey dan M&M. Dan juga ngelewatin Carnegie Hall. We walked long and far sekali pun udah lagi jetlag.

029
Pick your own color!

283
Radio City Hall, one of NYC’s landmarks

017
Skyscrapers of different heights

284
9PM and still bustling
Sambil jalan kita ngelewatin musisi jazz jalanan dan food trucks jualan halal rice yang kalo di Jerman barangkali kayak döner kebab ya. Wah, gila man, rasanya tipikal New York banget! Dan ketika gue tiba di Rockefeller Center, gue segera mencari fasade gedung yang selalu muncul di opening TV series 30 Rock. Ketika ketemu, sebagai penggemar 30 Rock, gue wajib mengabadikan spot yang dipilih menjadi stockshot opening dan tempat di mana Liz Lemon dan Jack Donaghy mondar-mandir.

039
30 Rockefeller Center and the ice skating rink

242
And 30 Rock’s music seeped into my brain when I faced this
Setelah puas muter-muter di Rockefeller Center yang sebetulnya sih gedung perkantoran. Ada beberapa toko barang mewah juga di sekitar sana dan sebuah gereja yang honestly gue lupa namanya karena *ahem* di Jerman udah banyak gereja kayak gitu hehehe. Bentar yah, Google dulu.

043
Ternyata namanya St. Patrick’s Cathedral
Dari Rockefeller Center, secara kita udah jetlag abis dan mulai teler, Ilona dan gue pulang ke Pod 39. Durasinya sekitar 30 menit, yaitu sekitar 11 blocks. Kita mutusin untuk jalan kaki sambil liat-liat gimana sih jalanan di New York kalo malem beserta gedung-gedung tingginya.

First day was totally interesting. As a skyscraper fan, it was definitely more than satisfying to be visiting New York and served with the eye-blinding bright lights and bustling streets.

10PM tucked in Pod 39’s clean sheets, Ilona and Feli, over and out.

-Feli-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s