NYC – Day 5

Day 5! Kita masih rada-rada jetlag, masih bangun kepagian (jam 6!) tapi ngga masalah. Soalnya hari ini kita bakal ke One WTC untuk naik ke observatorynya di lantai 101! Wah gile, ini yang udah gue tunggu-tunggu sejak dateng ke New York! Sebelum berangkat, kita mampir dulu ke Zucker’s Bagels and Smoked Fish yang ada di deket hotel, tepatnya deket Grand Central Station.

I had Nova Scotia garlic bagels for abour 10 USD. Worth every penny spent on it! Absolutely recommended.

Gila porsinya man… porsi prajurit! Tuh bagels gede banget, tebel, sangat amat padat dan rasanya gila enak parahhh… garlicnya itu kayak roasted garlic gitu rasanya, trus ikannya juga berasa smoky, dan dipakein cream cheese jadi tambah enak. Wah, kalo gue kerja di deket situ, gue bakal sering beli lunch di sana kayaknya. Then we headed to One WTC.

Anyways, ke One WTC itu turunnya di City Hall lagi. Pas masuk gedung, tas kita dicek semua pake x-ray scanner kayak di bandara. Kita ngelewatin metal detector juga. Terus dibatasin setiap kloter yang masuk dan naik lift. Mungkin awalnya bingung, tinggal naik lift doang kenapa juga ada kuotanya? Bukan masalah liftnya overweight, itu juga nenek-nenek gayung tau. Tapi ada alasan lain.

Tickets are sold at 34 USD for adults and you can buy it online or on the spot. The also rent a guide tab for 15 USD on the spot.

Saat naik lift, dinding-dinding liftnya itu berubah jadi time elapse kota New York. Jadi kita ngga berasa lagi naik ke lantai 101. Btw liftnya juga cepet kok. Bener-bener ngga berasa, tau-tau udah nyampe. Pas lift berhenti, kita keluar di lantai yang ada tiang-tiang cegatan antrian. Kita disuruh baris miring di situ ngadep ke tembok.

Gue pikir, wah bakal ada slide lagi. Ternyata bener, dinding-dinding itu berubah jadi layar time elapse lagi, nunjukkin lebih detil perkembangan kota New York sampe sekarang, sampe gedung One WTC ini jadi. Lalu… di ujung narasi tiba-tiba narator bilang, “…and welcome to New York City”, dan tiba-tiba dinding-dinding itu naik ke atas dan kita ditunjukkin full kaca-kaca jendela dan pemandangan New York dari lantai 101!!!! Gilaaaaa itu wow-effectnya ratingnya 10/10 deh! Sadisssss, keren banget! Orang Amrik emang jago bikin segala sesuatu yang keliatan heboh.

From the 101st floor

Overlooking Brooklyn and Manhattan Bridge
Setelah itu kita dibawa ke satu lantai di atasnya. Di situ baru observatory benerannya. Jadi ruangan indoor gede banget dan kita bisa ngeliat New York 360 derajat. Ada juga guide tab yang disewain 15 USD untuk cari tau, apa landmark yang sekarang lagi kita liat. Lumayan kok, buat tau-tau sejarah New York. Gue tertariknya sama sejarah pulau-pulau kecil seperti Roosevelt Island dan Ellis Island. Di tab itu dikasih tau sejarahnya. Ada juga seorang pekerja museum yang ngejelasin tiap-tiap borough New York. Pokoknya One WTC Observatory itu wajib banget lah dikunjungin kalo ke New York.

Abis dari itu, kita ke Battery Park untuk naik Staten Island Ferry buat ngeliat Statue of Liberty. Ferry ini gratis karena bagian dari public transportation New York. Buat yang mau foto jarak deket sama Statue of Liberty sih ngga bisa naik ferry ini, kudu naik ferry tour yang kalo ga salah bayar 15 USD, karena ferry gratisan ini cuma bisa ngeliat Statue of Liberty dari jarak super jauh, cuma keliatan titik biru dan kudu ngezoom iPhone 6S sampe pol baru bisa ngejepret tuh patung.

This is what happens when you refuse to pay for commercial ferry

img_5948
Lower Manhattan from Staten Ferry Island ride

But I did enjoy the ferry ride. Sambil makanin juhi dari Korean supermarket kemarin hahaha… enjoying the breeze, sunny weather dan sambil menerka-nerka, apakah bangunan-bangunan spooky yang ada di beberapa pulau kecil yang kita lewatin itu merupakan bekas asylum yang disebut-sebut di guide tab One WTC. Setelah selesai keliling pake ferry, kita balik ke Manhattan dan pergi ke Upper Manhattan untuk makan Halal Guys.

We had chicken gyros rice for 7 USD and it’s as good as what people say. At last!

Buat penggemar makanan-makanan Timur Tengah, Asia Selatan dan sekitarnya, gue recommend banget Biryani Cart sama Halal Guys ini. Dan si Halal Guys banyak cabang gitu. Di Times Square juga ada, ngga mesti naik jauh-jauh sampe blok 50an yang deket bagian atas Central Park. Abis dari Halal Guys kita ke Central Park.

Central Park, first take

Sunset in Central Park
Central Park is HUGE. Kita ngelewatin Jacqueline Kennedy Reservoir yang gedenya ngga kira-kira, Belvedere Castle, Bow Bridge, Strawberry Fields Memorial, Bestheda Fountain, dan akhirnya kita mutusin untuk nyobain boating di satu danau, gue lupa apa namanya.

I’m not sure if this is the reservoir, but this is part of Central Park

We rent a boat for 15 USD per hour.

Sumpah, SERU BANGET! Awalnya itu perahu lumayan susah dikendaliin, but once you know how to do it, it was nothing but fun. And once again, New York parks amaze me karena super bersih dan ngga ada orang-orang ngga jelas. Barangkali karena ada mobil polisi patroli juga kali ya untuk ngecek keadaan.

Boating through Bow Bridge

Boating on the lake
Walau Central Park salah satu icon New York City, tapi menurut gue ngga juga wajib pergi ke sana. It’s a park. Jadi ya kalo udah ngga tau mau ngapain lagi dan cuma mau duduk-duduk atau jalan-jalan santai saat cuaca bagus, boleh ke sini. Otherwise you can skip it altogether kalo waktunya mepet.

HONY kind of shot

The big stones during dusk
Kira-kira jam 6 sore, udah mulai gelap dan kita mulai laper. So we tried to figure our way out of Central Park and good luck with that! Kita nyaris nyasar di dalam Central Park, gila ga sih? Akhirnya nemu juga jalan keluar ke Columbus Circle. Tadinya kita mau jalan kaki DUA PULUHAN BLOCKS hingga ke restoran di Korea Town, tapi baru setengah jalan udah nyerah man. Udah capek banget! Alhasil kita naik bus untuk pertama kalinya di New York.

5th Ave in dusk
Naik bus seru juga. Seperti kendaraan-kendaraan umum lainnya, arahnya rada ngga jelas. Cuma kita pikir udahlah naik aja yang kira-kira mengarah ke Lower Manhattan. Sesampainya di Korean Town, kita makan di restoran namanya Bangia.

We had one huge kimchi-jigae and one huge ttopokki and they cost us 50 USD! It was too much (the price and the size!). Taste was good, but it’s nothing we couldn’t find in Düsseldorf.

OMG… mahalnya gileeee! Di Düsseldorf gue bisa dapet dua hal itu cuma 20 euro kayaknya. Jauh-jauh ke Amrik makannya Asia-asia juga huahahaha… Honestly, gue lupa kita ngapain abis makan Bangia. Kayaknya cuma ke Tous Les Jours bakery lagi dan beli roti.

Next on this blog: day 6! Udah 5 hari masih aja belom pulang dari New York? Hehehe… iya dong.

-Feli-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s